Showing posts with label Warna. Show all posts
Showing posts with label Warna. Show all posts

Saturday, February 12, 2011

Tanaman 'Bunglon' Bisa Berganti Warna

 Bukan cuma bunglon yang bisa berganti warna kulit. Ternyata, tanaman pun kini bisa berubah warna sesuai dengan kondisi yang menaunginya.


Adalah June Medford, seorang pakar biologi dari Colorado State University, yang berhasil melakukan rekayasa genetik terhadap tanaman arabidopsis, sehingga tanaman tersebut bisa berganti warna. 


Seperti dikutip dari situs PCWorld,  tanaman hasil rekayasa Medford dan timnya, akan berubah warna dari hijau menjadi putih saat tanaman itu mendeteksi kehadiran unsur berbahaya di dekatnya, seperti obat terlarang, polutan, atau bahkan material eksplosif.


Awalnya, Medford menggunakan komputer untuk mendesain protein tanaman bernama reseptor. Kemudian, Medford memanfaatkan bakteri untuk memodifikasi reseptor tanaman tersebut.


Dengan struktur genetika yang telah dimodifikasi, maka reseptor tumbuhan bisa mendeteksi partikel-partikel bahan kimia berbahaya, polutan, bahan peledak, atau ancaman lain. Saat mendeteksi kehadiran zat-zat tersebut, tanaman akan mengirimkan sinyal, sehingga warna hijaunya berubah menjadi putih.


"Bila Anda membawa sesuatu ke bandara internasional Denver, misalnya sebuah bahan peledak, maka tanaman ini akan berubah warna menjadi putih. Ini akan memberikan keamanan bagi Anda," kata Medford, 52, kepada situs The Denver Post.



Proyek penelitian itu didukung oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sejak 2003, dengan bantuan dana sebesar US$500 ribu atau Rp4,5 miliar. Belakangan, riset ini juga mendapat dukungan dari The Office of Naval Research, Department of Homeland Security, dan Defense Threat Reduction Agency.


"Harapan kami, tanaman ini bisa ditempatkan di lokasi umum, sehingga bisa mendeteksi bahan peledak di lokasi tempat benda berbahaya itu sedang dirakit," kata Doug Bauer, Program Manager riset eksplosif pada Homeland Security di Washington DC. 


Aplikasi lainnya, tanaman ini juga bisa digunakan oleh polisi untuk memberantas peredaran obat terlarang, atau melindungi tentara yang tengah konvoi dari bom dan ranjau. 


Kini, tanaman ini masih memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk merespons keberadaan zat-zat berbahaya tadi dan perubahan warna. Namun, para ilmuwan yakin akan diperoleh kemajuan sehingga respons yang ditunjukkan tanaman bisa segera terlihat dalam hitungan menit.

Wednesday, January 19, 2011

Ikan Hiu Tak Bisa Bedakan Warna

VIVAnews - Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University of Western Australia, diketahui bahwa ikan hiu tidak bisa membedakan warna. Buta warna pada ikan hiu ini bisa membawa manfaat bagi perenang, peselancar, dan bahkan ikan hiu itu sendiri.

Menggunakan teknik yang disebut Micro-spectrophotometry, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Nathan Scott Hart melihat ke sel retina milik 17 spesies hiu yang ada di perairan Queensland dan Australia Barat.

Pada seluruh 17 spesies, peneliti menemukan, sel penerima cahaya yang paling umum digunakan adalah ‘rod cell’ yang sangat sensitif terhadap cahaya dan memungkinkan hiu melihat dalam gelap. Namun demikian, dengan sel itu hiu tidak bisa membedakan warna.

Selain itu, hiu juga tidak memiliki cukup banyak cone cell yang mampu merespon secara langsung terhadap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Sebagai gambaran, pada mata manusia, berbagai macam cone cell tersedia untuk membedakan warna-warna yang ditangkap mata.

Pada 10 dari 17 spesies hiu yang diteliti, tidak ada cone cell yang ditemukan. Hanya 7 spesies hiu yang punya cone cell, sayangnya semuanya hanyalah tipe tunggal, yang hanya sensitif terhadap panjang gelombang sekitar 530 nanometer, yang merupakan panjang gelombang untuk warna hijau.

“Dengan sistem retina ini berarti hiu mampu membedakan misalnya antara abu-abu dan abu-abu yang lebih gelap,” kata Scott Hart, seperti dikutip dari ScienceDaily, 19 Januari 2011. “Namun demikian, kemungkinan besar, ia tidak bisa membedakan abu-abu dengan warna lain,” ucapnya.

Manfaat penemuan ini adalah, dengan memanfaatkan kondisi buta warna ikan hiu, peneliti bisa mengembangkan perlengkapan renang yang bisa menurunkan peluang hiu mendeteksi manusia.

“Kita bisa mendesain alat pancing, pakaian renang, dan perlengkapan selancar yang memiliki kontras visual yang lebih rendah bagi ikan hiu,” kata Scott Hart. “Dengan demikian, perlengkapan itu menjadi kurang ‘menarik perhatian’ mata ikan hiu,” ucapnya. (hs)