Showing posts with label Nokia. Show all posts
Showing posts with label Nokia. Show all posts

Thursday, April 7, 2011

HTC is now worth $33.9 billion, more than Nokia and RIM

HTC has a market cap of $33.9 billion, more than both Nokia and RIM, two companies that were dozens of times larger than it just a few years ago.

HTC has come a long way in the past few years. High Tech Company has been building and selling smartphones roughly as long as Nokia and RIM, but its early and focused embrace of Android has helped it grow to  have a market value 30 times what it was five years ago, reports All Things D. Today, HTC’s market cap (the price of its shares multiplied by the number of shares) is $33.9 billion, edging out Nokia’s $32.8 billion and RIM’s $28.5 billion.

htc-larger-market-cap-than-nokia-and-rim

Unlike many of its competitors, HTC has focused a lot of its efforts on design and user experience. Unlike many Android devices, HTC phones manage to stand out due to some unique hardware and software design decisions. HTC is also big on relationships and new trends, creating unique devices (4G, 3D, etc) and branding for carriers like Sprint and embracing Microsoft’s Windows Phone platform as well.

Goldman Sachs analyst Robert Chen expects HTC to ship 200 million smartphones and 30 million tablets worldwide each year for the next three to five years. Crazy? Yeah. Chen explains: “This reflects its superior position, which allows [HTC] to benefit from the broadband convergence trend, significant growth potential in emerging markets, as well as its leading product roadmap and branding campaign that continue to increase its preference among global consumers.”

Monday, February 7, 2011

Nokia Tawarkan Peluang untuk Developer Lokal

Sejak diluncurkan pada tahun 2009 lalu, Ovi Store, portal penjualan aplikasi khusus ponsel Nokia telah memiliki sekitar 25 ribu aplikasi. Toko aplikasi online propitari itu kini merupakan terbesar ke dua setelah Apple App Store yang telah memiliki 400 ribu aplikasi dan di atas BlackBerry App World yang memiliki sekitar 15 ribu aplikasi.

Menurut data statistik terakhir lembaga riset Gartner, saat ini juga tersedia 1,3 miliar unit ponsel besutan Nokia yang beredar di pasar. Dari angka tersebut, sekitar 175 juta unit di antaranya ponsel Symbian dan 500 juta unit ponsel dengan platform Series 40.

Angka itu merupakan potensi pasar yang cukup besar bagi pengembang aplikasi yang menjajakan produknya di Ovi Store.

“Untuk itu, lewat Forum Nokia, kami mengundang para pengembang aplikasi di tanah air untuk memanfaatkan kesempatan tersebut,” kata Upik Muditya Sidarta, Bussines Development Manager Forum Nokia Indonesia pada VIVAnews, 31 Januari 2011.

Saat ini, kata Upik, sudah ada 135 tipe ponsel Nokia yang sudah mendukung download aplikasi dari Ovi Store. “Dan berbeda dengan produsen lain, Nokia menyediakan produk yang harganya sangat beragam, dari yang di bawah Rp1 juta hingga yang Rp5 juta ke atas. Ini membuat potensi pasarnya semakin besar,” ucapnya.

Upik menyebutkan, Nokia juga tengah mengembangkan billing system dengan menggandeng sekitar 100 operator telekomunikasi di berbagai negara di seluruh dunia. Rencananya, layanan itu akan diluncurkan pada tahun 2011 ini.

“Metode billing system yang disiapkan Nokia akan memudahkan pengguna yang ingin membeli aplikasi namun tidak memiliki kartu kredit atau online payment lainnya,” kata Upik. “Nantinya, pengguna bisa membeli aplikasi di Ovi Store dengan cara memotong pulsa operatornya,” ucap Upik.

Untuk para pengembang, berbagai fasilitas juga disediakan. “Setelah membayar biaya pendaftaran sebesar 1 Euro yang berlaku seterusnya, Nokia akan mempromosikan aplikasi yang dibuat pada end user, hingga memfasilitasi perangkat bagi pengembang tertentu yang ingin membuat aplikasi,” kata Upik.

Selain itu, Upik menyebutkan, dibanding memasarkan aplikasi lewat layanan operator, Nokia menawarkan pembagian keuntungan yang lebih menarik bagi para pengembang aplikasi. Sayangnya tidak disebutkan mekanisme profit sharing antara Nokia dengan pengembang aplikasi.

Saturday, January 29, 2011

2010, Nokia Masih Rajai Smartphone

Jika Anda pikir Research In Motion (RIM) atau Apple sebagai produsen ponsel pintar tersukses di tahun 2010, Anda salah. Karena, ternyata Nokia masih menguasai pangsa pasar smartphone secara global.

Menurut riset terbaru Strategy Analytics, di akhir tahun lalu, Nokia masih menguasai 34,2 persen pangsa pasar, dibandingkan RIM hanya sekitar 16,7 persen dan Apple sekitar 16,2 persen.

Dalam periode yang sama, vendor ponsel asal Finlandia itu berhasil mencatat tonggak sejarah baru sebagai produsen pertama yang berhasil memasarkan 100,1 juta unit smartphone secara global. Pencapaian ini dinilai fantastis karena sepanjang tahun 2010, ia berhasil mengapalkan 32,3 juta unit smartphone.

Sementara RIM, di saat yang sama, mampu mengapalkan sekitar 48,8 juta unit BlackBerry, meningkat signifikan ketimbang akhir tahun 2009 sekitar 34,5 juta unit. Begitu pun rival terdekatnya, Apple, dilaporkan telah mengapalkan 47,5 juta unit dari 25,1 juta unit di tahun 2009.

Secara menyeluruh, pengiriman smartphone secara global tumbuh 75 persen dan mencatat rekor baru penjualannya, yakni 94 juta unit per kuartal keempat tahun 2010. RIM masih mantap di posisi dua, sementara Nokia, meski masih menjadi 'raja', performanya terus memburuk.

"Di akhir tahun lalu, Apple lagi-lagi menjadi merk yang pertumbuhannya paling impresif dibandingkan dua merk besar lainnya. Di kuartal empat, Apple bahkan mampu melampaui penjualan RIM, walaupun secara total ia masih sulit untuk menggesernya dari posisi kedua," kata Tom Kang, direktur Strategy Analytics, yang dikutip VIVAnews dari Cellular News, Jumat 28 Januari 2011.

"Sepanjang tahun 2010, penjualan smartphone global mencapai 293 juta unit, naik hampir dua kali lipat dari tahun 2008 yang mencapai 151 juta dan 175 juta di tahun 2009. 3 vendor raksasa, termasuk Nokia, RIM, dan Apple masih mendominasi pasar hingga 2010, yang mana kombinasi pangsa pasar mereka bisa menyentuh 63 persen sendiri di tahun 2010. Ponsel-ponsel Android seperti Samsung, Motorola, HTC, dan Sony Ericsson terus mengancam posisi ketiga vendor raksasa," imbuh Neil Mawston yang juga menjabat sebagai direktur di Strategy Analytics.

Wednesday, January 26, 2011

Nokia puts E7 up for pre-order in Finland, planning on delivering in February


One of the most delicious phones the consumer world hasn’t had a chance to taste yet is firming up plans to finally make its way out to retail. Nokia’s Finnish store has put the E7 up for a €599 pre-order plus an €8 shipping charge, which is expected to get the all-business device to your door some time in February. That matches the last word from Nokia on the subject of the E7′s release and should reassure anyone who’s made use of Amazon’s early pre-orders for this handset that the wait won’t last much longer.

[Thanks, Esko]