VIVAnews - PT XL Axiata Tbk (XL) baru saja melaporkan kinerjanya di tahun 2010 dengan laba bersih Rp2,9 triliun, meningkat 69 persen ketimbang tahun 2009. Pendapatan usaha perusahaan juga meningkat 27 persen menjadi Rp17,6 triliun sementara EBITDA mencapai Rp9,3 triliun.
Sementara dari jumlah pelanggan, XL membukukan 40,4 juta pelangan di akhir tahun 2010, naik 28 persen dari 31,4 juta pelanggan di akhir tahun 2009.
"Tahun ini merupakan tahun yang baik bagi kami di mana dari sisi jumlah pelanggan kami telah memantapkan posisi sebagai operator nomor 2 di Indonesia," kata Hasnul Suhaimi, presiden direktur XL, melalui keterangannya, Senin 31 Januari 2011.
Mulai tahun 2010, anak perusahaan Axiata Group Berhad itu mulai fokus pada pengembangan layanan data (Internet). XL mengalokasikan sekitar 30 persen dari belanja modal tahun lalu untuk layanan data.
Sepanjang tahun lalu, XL juga dilaporkan telah membangun 2.842 BTS (2G/3G) menjadi 22.191 (2G/3G) secara nasional. "Di tahun 2011, kami akan menganggarkan sekitar Rp5 triliun untuk belanja modal yang mana sekitar satu per tiganya akan dialokasikan untuk layanan data atau 3G," ucap Hasnul.
XL juga telah melunasi sebagian pinjaman hingga akhir tahun 2010, total pinjaman XL berkurang dari Rp 13,5 triliun menjadi Rp 10,2 triliun.
Monday, February 7, 2011
2010, XL Bukukan 40,4 Juta Pelanggan
Thursday, February 3, 2011
AHA Bukukan 75 Ribu Pelanggan Aktif
PT Bakrie Connectivity (BCONNECT), anak usaha PT Bakrie Telecom (BTEL), mengumumkan bahwa AHA, layanan Internet berkecepatan tinggi berbasis CDMA, telah membukukan 75 ribu pelanggan aktif di Indonesia sejak diluncurkan enam bulan lalu.
"Rata-rata penggunaan Internet di AHA terbilang sangat besar yakni sekitar 3GB hingga 4GB per pelanggan setiap bulan," kata Presiden Direktur Bakrie Connectivity Erik Meijer melalui keterangan tertulisnya, Jumat 28 Januari 2011.
AHA adalah layanan akses Internet berkecepatan tinggi berbasis jaringan CDMA (Code Division Multiple Access) yang menggunakan teknologi EVDO (Evolution Data Optimize) Rev A. Layanan ini diklaim menawarkan kecepatan di atas akses 3,5G milik GSM, yakni 3,1 Mbps untuk download dan 1,8 Mbps untuk upload.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 24 Juni 2010 lalu, Erik cukup optimistis AHA dapat diserap masyarakat Indonesia. Pasalnya, potensi pengguna internet di Indonesia masih cukup besar, dengan penetrasi hanya 15 persen dari jumlah penduduk.
"Dari 35 juta pengguna Internet di Indonesia, hanya 8,5 juta yang tercatat sebagai pelanggan. Bahkan diprediksi, pada 2014 nanti jumlah pengguna internet akan meningkat menjadi sekira 230 juta. Sebab itu, peluang untuk AHA masih sangat besar," ujar Erik.
Di sisi produk, Bakrie Connectivity menawarkan Huawei EC167 dan AHA Olive VME 110 sebagai perangkat modem. Untuk memaksimalkan layanan ini, anak usaha yang sepenuhnya milik Bakrie Telecom ini pun menjalin kerja sama dengan Google dengan cara membenamkan browser Google Chrome di modem AHA.
Kini, Bakrie Connectivity menggelontorkan varian terbaru modem AHA, yaitu AHA Vibe yang dibanderol dengan harga Rp 699 ribu. Dengan modem ini pengguna mendapat keuntungan gratis internet selama 30 hari dengan kecepatan mencapai 3,1 Mbps serta gratis download lagu tak terbatas melalui AHA Vibe music downloader.
Sebagaimana diketahui, AHA menyediakan berbagai paket pilihan layanan internet unlimited, meliputi Paket Ekonomis (kecepatan 200 Kbps mulai dari Rp 4000/hari atau Rp 80.000/bulan, Paket Dinamis (kecepatan 600 Kbps mulai dari Rp 6000/hari atau Rp110.000/bulan), Paket Fantastis (kecepatan 3,1 Mbps mulai dari Rp 10.000/hari atau Rp 200.000/bulan).